Wednesday, June 27, 2018

INJIL YANG MAHAL

Bacaan: Filipi 1:19-30
NATS: Kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita bagi Dia (Filipi 1:29)

Pada sebuah perjalanan untuk mengajar ke sebuah institut Alkitab di luar negeri, saya dan rekan merasa sedih saat mendengar tentang undang-undang di parlemen yang berusaha "mengilegalkan" gereja injili. Kami membagikan ketakutan kami kepada para mahasiswa di sana, yaitu bahwa sekalipun kami telah datang untuk melatih sebuah generasi pendeta, kami mungkin sebaliknya akan menyaksikan sebuah gelombang penganiayaan yang baru. Kami kemudian bersatu di dalam doa dan penyembahan kepada Allah mengenai hal itu.

Setelah selesai berdoa bersama, salah seorang mahasiswa di situ berkata kepada saya, "Terima kasih atas perhatian Anda bagi kami, namun Anda tidak perlu khawatir. Kami telah belajar bahwa kami tidak cukup hanya memberitakan Injil atau hidup bagi Injil, tetapi kami pun perlu menderita bagi Injil." Ia mengatakan hal itu secara terus terang tanpa bermaksud merendahkan saya. Hidup bagi Kristus kerap kali memang menuntut harga.

Paulus menulis kata-kata berikut dari dalam penjara, "Kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita bagi Dia" (Filipi 1:29). Hal itu dialami setiap hari oleh orang-orang percaya di seluruh dunia, yang mengalami kesukaran dan penganiayaan hanya karena hidup terbuka bagi nama Yesus.

Marilah kita berdoa agar berkat dan pemeliharaan Allah menyertai saudara-saudara kita di dalam Kristus, yang membayar harga yang mahal karena telah menerima keselamatan yang cuma-cuma --WEC

MEREKA YANG HIDUP BAGI ALLAH

AKAN MENGHADAPI KESULITAN DI DALAM DUNIA

BERGABDEBGAN DAN MELOMPAT!

Bacaan: Pengkhotbah 4:8-12
NATS: Berdua lebih baik daripada seorang diri (Pengkhotbah 4:9)

Ketika Leo dan Amy membuka restoran yang dikemas mewah dengan 300 kursi, Leo mengaku "takut akan semua hal". Amy menggambarkan lompatan iman mereka dalam memulai bisnis ini seperti dua orang yang bergandengan sambil melompat dari atas gunung. Namun, apabila Anda hendak melakukan sesuatu yang menakutkan, "Anda pasti ingin melakukannya dengan seseorang yang Anda kenal dan percayai," lanjut Leo.

Chris dan Karie, pasangan lain yang mengambil risiko untuk memiliki dan mengelola restoran bersama, mengatakan bahwa mereka mempunyai "hubungan kerja yang baik, dan saling mengagumi pekerjaan masing-masing".

Salomo, orang paling bijak yang pernah hidup di dunia, tahu betapa pentingnya mempunyai teman-teman. Ia menulis, "Berdua lebih baik daripada seorang diri" (Pengkhotbah 4:9). Jika yang satu jatuh pada waktu yang sulit, yang lain menghibur dan mengangkatnya (ayat 10-12). Kita membutuhkan pasangan hidup dan teman-teman untuk menolong kita melewati waktu-waktu yang menakutkan dan memberi dukungan emosional. Orang-orang yang sendirian, akan mengalami hidup yang semakin keras (ayat 8). Namun, orang-orang yang menyadari kebutuhan mereka akan orang lain, memperoleh pertolongan dan penghiburan.

Jika Anda perlu melakukan lompatan iman -- yang melibatkan keuangan, perubahan karier, pelayanan yang baru -- ajaklah seseorang yang dapat dipercaya untuk menggandeng tangan Anda saat Anda "melompat". Atau berikanlah dorongan yang sama kepada seseorang yang dekat dengan Anda. Sebab berdua lebih baik daripada seorang diri --AMC

MEREKA YANG MEMERCAYAI ALLAH
DAPAT MENOLONG ORANG LAIN UNTUK BERIMAN KEPADA-NYA JUGA

MELAMPAUI KETAKJUBAN

Bacaan: Mazmur 19:1-7
NATS: Langit adalah buatan tangan-Mu (Mazmur 102:26)

Pada tahun 1977, Amerika Serikat meluncurkan roket ke angkasa. Di dalamnya ada kapal kecil bernama Voyager I, sebuah satelit yang diluncurkan ke angkasa untuk menjelajahi planet-planet. Setelah Voyager selesai mengirimkan kembali foto-foto dan data dari planet Jupiter dan sekitarnya, kapal itu tidak berhenti bekerja. Voyager masih tetap beredar.

Sampai hari ini, hampir 30 tahun kemudian, wahana kecil itu masih tetap beredar -- menempuh kecepatan 60.800 km per jam, dengan jarak sekitar 14,4 milyar km dari matahari. Sungguh luar biasa! Para ilmuwan cemerlang itu telah mengirimkan kapal sampai ke tepi tatasurya kita. Benar-benar mencengangkan. Benar-benar menakjubkan.

Namun, keberhasilan ini masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan Allah. Kurang lebih seperti seseorang yang membual kepada sang arsitek Gedung Empire State bahwa ia sudah berjalan-jalan sampai ke lantai kedua gedung itu.

Kita nyaris belum mulai menjelajahi luasnya ciptaan Allah. Namun, setiap langkah kecil yang telah dicapai manusia di luar angkasa harus tetap membuat kita tunduk dalam kekaguman mutlak akan kuasa dan kreativitas Allah. Renungkanlah hal ini: Ketika kita meninggalkan satu bintang dengan mengendarai sebuah pesawat luar angkasa, Sang Pencipta bintang di angkasa itu "memanggil nama mereka sekaliannya" (Yesaya 40:26). Ya, Dialah yang menciptakan semua bintang itu.

Menjelajahi alam semesta memang menakjubkan. Namun, menjelajahi Allah yang menciptakan semuanya itu: sungguh luar biasa menakjubkan! --JDB

YANG PALING LUAR BIASA ADALAH --
SAAT KITA MENYADARI BAHWA ALLAH MENCINTAI SAYA -- Shea

Thursday, June 21, 2018

DAPATKAH KITA BERSUKACITA?

Bacaan: Habakuk 3:17-19
NATS: Namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, ... Allah Tuhanku itu kekuatanku (Habakuk 3:18,19)

Saya tidak pernah lupa pada pertanyaan yang diajukan oleh pemimpin pendalaman Alkitab kami, "Apa yang paling kautakutkan akan menjadi ujian terberat bagi imanmu kepada Tuhan?" Saat itu kami sedang mempelajari Habakuk 3:17,18, yang menceritakan bagaimana nabi itu berkata bahwa meskipun Allah mengizinkan penderitaan atau kehilangan terjadi, ia tetap akan bersukacita.

Sebagai seorang wanita lajang usia dua puluhan, saya menjawab, "Saya tidak tahu apakah saya dapat menahan kepedihan kalau kehilangan orangtua." Namun, hari itu saya berkata kepada Allah bahwa meskipun mereka meninggal, saya akan bersukacita di dalam Dia. Dan saya segera menyadari bahwa lebih mudah mengatakan kalimat itu daripada melakukannya.

Sebulan kemudian, Ayah didiagnosa menderita sakit jantung dan takkan hidup lama. Ia belum menerima Yesus sebagai Juru Selamat, jadi saya meminta agar Allah tidak membiarkannya meninggal sebelum mengenal Dia. Tahun itu, tidak saja Ayah yang meninggal, tetapi juga Ibu yang sudah menjadi orang percaya. Saya tidak tahu apakah doa saya untuk Ayah dikabulkan. Saya tak dapat bersukacita; dan bertanya-tanya apakah Allah mendengar doa saya.

Pada saat saya menggumulkan keraguan ini dengan-Nya, saya mengalami bagaimana Tuhan menjadi "tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan" (Mazmur 46:2). Saya pun menemukan harapan bahwa Allah, "Hakim segenap bumi," akan melakukan hal yang tepat untuk setiap orang (Kejadian 18:25).

Kita dapat bersukacita -- bila kita bersukacita di dalam Tuhan, tempat perlindungan kita yang kuat dan Hakim yang adil --AMC

SETIAP ORANG HARUS MEMILIH -- KRISTUS ATAU HUKUMAN

MINUM PENGHAPUS DAHAGA

Kamis, 21 Juni 2018

Ayat: Mazmur 104
Bacaan Setahun: Ayub 25-29
Nas : Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. (Mazmur 104:13)

Kantor pusat gereja kami memutuskan untuk meniadakan air dalam gelas kemasan dan menggantinya dengan air galon dan gelas-gelas biasa. Keputusan ini bertujuan mengurangi sampah plastik. Selain itu, orang sering tidak menghabiskan air dalam kemasan dan membuangnya sia-sia.

Pemazmur mengajak pembacanya untuk memuji-muji Allah karena agung kuasa-Nya. Ke-Mahakuasa-an Allah nyata di dalam segala ciptaan-Nya. Langit dibentangkan-Nya seperti tenda, kamar-kamar loteng di air didirikan-Nya, awan sebagai kendaraan-Nya, angin menjadi suruhan-Nya, api jadi pelayan-Nya, dan bumi sebagai tumpuan kaki-Nya (ay. 2-5). Inilah gambaran tentang Allah yang berkuasa atas segenap ciptaan-Nya. Air pun adalah ciptaan Allah. Dia yang mengatur aliran air dan menyediakan air untuk memberi kehidupan kepada segenap makhluk hidup, memberi minum dan memuaskan dahaga, juga menyuburkan tanam-tanaman.

Ketika kita minum dan menggunakan air dalam keseharian, apakah kita mengingat asal-usulnya? Siapa yang menciptakannya? Air adalah karya agung Allah. Oleh sebab itu, kita perlu menghargai keberadaan air. Saat tidak ada air, kita mengalami kesusahan karena kekeringan. Saat berlimpah tetapi tidak terkendali, kita kebanjiran. Air perlu dijaga kelestarian dan kebersihannya supaya dapat terus menunjang kehidupan manusia. Bijaksana menggunakan air akan membuat masa depan kita tetap baik. Saat kita minum air, ingatlah bahwa kesejukan dan kesegaran yang kita rasakan itu adalah anugerah Allah yang patut disyukuri dan dijaga. --AAS/www.renunganharian.net

KESEJUKAN AIR YANG KITA MINUM MENGINGATKAN
PADA KESEJUKAN KASIH TUHAN YANG MEMELIHARA HIDUP.

SENGAT KALAJENGKING

Bacaan: Amsal 6:20-35
NATS: Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? (Amsal 6:27)

Aesop mengisahkan cerita kuno tentang seorang bocah laki-laki yang sedang berburu belalang. Ketika bocah ini telah menangkap beberapa belalang, ia melihat seekor kalajengking. Karena ia mengira kalajengking itu adalah belalang, ia mencoba menangkapnya. Kalajengking itu mengacungkan sengatnya dan berkata, "Jika engkau menyentuhku, kau pasti akan kehilangan aku dan semua belalangmu!"

Ada beberapa hal yang tidak dapat Anda peroleh tanpa harus kehilangan apa yang telah Anda dapatkan sebelumnya.

Raja Salomo tidak menggunakan kalajengking, tetapi api sebagai kata kiasan ketika ia memperingatkan anak laki-lakinya mengenai bahaya dosa seksual (Amsal 6:27-29). Sebagai ayah yang bijaksana, ia ingin anaknya mengetahui bahwa dalam dunia yang indah sekaligus berbahaya ini, tidak hanya terdapat bunga yang harum dan burung-burung yang bernyanyi, tetapi ada juga kalajengking dan api.

Peringatan Salomo dalam kitab Amsal tidak hanya berlaku untuk pelanggaran asusila. Bersama dengan bagian-bagian lain dalam Alkitab, wawasan semacam ini menolong kita untuk memahami hikmat kekal Allah yang mengasihi kita jauh melebihi kasih ibu dan ayah kita sendiri. Firman-Nya juga menunjukkan kepada kita bahwa ada Dia yang dapat menolong kita, bahkan ketika kita telah "menangkap kalajengking" atau "membawa api dalam gelumbung baju".

Kehidupan menawarkan banyak pilihan. Kristus dengan sangat murah hati menawarkan pengampunan untuk sesuatu yang telah berlalu kepada kita, dan juga hikmat untuk masa depan kita --MRD II

Selidikilah seluruh dosaku yang tersembunyi,
Kiranya Engkau menyucikan aku dari dalam
Sampai hidupku menjadi suci dan murni
Sehingga pantas menjadi tempat-Mu berdiam. --Smith

KITA AKAN MENYERAP PELAJARAN HIDUP DENGAN BAIK,
APABILA KRISTUS MENJADI GURUNYA

MELAMPAUI KETAKJUBAN

Bacaan: Mazmur 19:1-7
NATS: Langit adalah buatan tangan-Mu (Mazmur 102:26)

Pada tahun 1977, Amerika Serikat meluncurkan roket ke angkasa. Di dalamnya ada kapal kecil bernama Voyager I, sebuah satelit yang diluncurkan ke angkasa untuk menjelajahi planet-planet. Setelah Voyager selesai mengirimkan kembali foto-foto dan data dari planet Jupiter dan sekitarnya, kapal itu tidak berhenti bekerja. Voyager masih tetap beredar.

Sampai hari ini, hampir 30 tahun kemudian, wahana kecil itu masih tetap beredar -- menempuh kecepatan 60.800 km per jam, dengan jarak sekitar 14,4 milyar km dari matahari. Sungguh luar biasa! Para ilmuwan cemerlang itu telah mengirimkan kapal sampai ke tepi tatasurya kita. Benar-benar mencengangkan. Benar-benar menakjubkan.

Namun, keberhasilan ini masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan Allah. Kurang lebih seperti seseorang yang membual kepada sang arsitek Gedung Empire State bahwa ia sudah berjalan-jalan sampai ke lantai kedua gedung itu.

Kita nyaris belum mulai menjelajahi luasnya ciptaan Allah. Namun, setiap langkah kecil yang telah dicapai manusia di luar angkasa harus tetap membuat kita tunduk dalam kekaguman mutlak akan kuasa dan kreativitas Allah. Renungkanlah hal ini: Ketika kita meninggalkan satu bintang dengan mengendarai sebuah pesawat luar angkasa, Sang Pencipta bintang di angkasa itu "memanggil nama mereka sekaliannya" (Yesaya 40:26). Ya, Dialah yang menciptakan semua bintang itu.

Menjelajahi alam semesta memang menakjubkan. Namun, menjelajahi Allah yang menciptakan semuanya itu: sungguh luar biasa menakjubkan! --JDB

YANG PALING LUAR BIASA ADALAH --
SAAT KITA MENYADARI BAHWA ALLAH MENCINTAI SAYA -- Shea