Jikalau tidak ada pimpinan jatuhlah bangsa, tetapi jikakalau penasihat banyak, keselamatan ada.
*Amsal 11 : 14*
Paslon untuk menjadi pemimpin di daerah bermunculan, baliho dan spanduk-spanduk bertebaran untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan dirinya.
Namun kalau kita amati, begitu banyak juga pemimpin di daerah yang terjerat kasus korupsi.
Mungkin ada benarnya teori yang mengatakan bahwa, “we only have leaders but we have no leadership”, krisis kepemimpinan
Ibarat bis yang dikemudikan oleh supir yang tidak memenuhi syarat untuk memperoleh SIM.
Akibatnya kita seringkali bukan memilih “pejabat”
, melainkan “penjahat”
Belum lagi kita melihat secara kasat mata, bagaimana seorang pemimpin terpilih karena isu-isu agama, money politic dan cara-cara lain yang tidak terpuji.
Padahal seharusnya kita memilih pemimpin bukan karena agama atau ras atau sukunya, melainkan karena integritas dan kapabilitasnya.
Pemimpin tidak dihormati karena kedudukannya, jauh dari itu pemimpin dihormati karena mutunya.
Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa kita membutuhkan pemimpin, namun pemimpin yang seperti apa?
Dalam kitab Ibrani dituliskan, “Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu, perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka”
Dengan kata lain, kita bisa mencontoh pemimpin yang kata dan perbuatannya tidak berbeda, tidak munafik karena hidupnya bisa menjadi teladan dan Alkitab selalu menekankan bahwa pemimpin yang memiliki pola kepemimpinan yang menghamba adalah pemimpin yang ideal.
Yesus berkata, barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
Seorang pemimpin yang baik, yang bajik, harus terlebih dahulu lulus sebagai “hamba” yang baik.
Selamat pagi,
Selamat beraktivitas,
Tuhan Yesus Memberkati.
No comments:
Post a Comment